Quotes: “lihatlah dirumu, apakah kau tau besarnya cinta kekasihmu kepadamu? mungkin lebih besar dari cintamu”
Title : HINGGA AKHIR WAKTU
Cast : - veronika as vero
- vamelia as vamel
- Ahmad zayni as zayn
-
Bu sucipah as
ibu vero
-
pa erik as dokter erik
Author :
Ilaina putri zahra el-habibah
Gendre :
sad ending
Backsound :
Hingga Akhir waktu-nineball
***
“Zaaaayn
pulang
sekolah aku ingin sekali pergi ke taman. Kau
mau yah menemaniku?” ajakku dengan nada manja sambil
memandang wajah zayn yang sibuk dengan
layar laptopnya.
“sepulang sekolah ada rapat osis dan aku
tidak bisa menemanimu ke taman.”
jawabnya datar dan singkat.
matanya masih menatap layar laptop.
(ku coba untuk melawan hati .. tapi
hampa terasa di sini tanpamu..
Bagiku semua sangat berarti lagi. Ku
ingin kau di sini .. tepiskan sepiku bersamamu..)
Zayn adalah pacarku. Dia manis,dia baik, dia aktif,dia pintar,dia idola di
sekolah,dia perfect. Dan satu lagi . dia ketua osis. hem ini adalah kesekian
kalinya zayn menolak pergi denganku karena kesibukannya menjadi ketua osis. kita sudah 2 tahun ini
berpacaran. Bukan waktu yang singkat.
Entahlah.. aku juga tidak tau mengapa
dia menyukaiku. Padahal aku hanya anak biasa saja. Aku juga tidak mengikuti
beberapa ekstra di sekolah. Mungkin
karna aku cantik dan baik hati. Hhehehe….
***
Kali ini guru bahasa inggris
sibuk mengabsen kelasku. Semuanya hadir dalam kelas . kini giliranku di
panggil. Aku mengancungkan tangan.
“hadir ,guru” ucapku tanpa
melihat ke depan. Aku sedang sibuk membuat gambarku dengan zayn. Aku
merindukannya.
“vero.
hari ini kau berangkat. Besok dan seterusnya tidak berangkat. Nanti tiba-tiba
berangkat. vero mengapa kau selalu bolos dengan sekolahmu?” ucap guru bahasa inggris dengan
nada malas menasehatiku. Aku hanya tersenyum saja. Dan menggaruk kepala yang
tidak gatal. Kemudian guru melanjutkan.
“Aku
tidak tau mengapa zayn menyukaimu.
kau beruntung mempunyai kekasih seperti zayn. Vero vero kau ini. kapan absenmu lengkap dan tidak selalu bolos?”
ucap guru bahasa inggris menyindirku.
Aku menjawab dengan santai. “ mungkin karena aku cantik . zany mennyukaiku.”
jawabku dengan manis membuat semua
tertawa. Sementara zayn hanya menggelengkan kepalanya. Betapa memalukan
pikirnya.
***
“ Hari ini mentari begitu indah . Seperti
tersenyum kepadaku. Bukan begitu vamel??“ ucapku kepada vamel seraya berjalan
menuju kantin.
“iyah benaaaar sekali dan mentari ini
membuatku panas. huhhh” gerutunya sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan tangan. Sementara mataku mencari sosok zayn.
“hey lihatlah! Itu zayn sedang bermain
bola. Sepertinya dia begitu kelelahan. Aku akan kesana. Bye...” seruku bersemangat sambil meninggalkan
vamel dan berlari menuju zayn.
“Zayn kau haus? Akan ku belikan kau
minuman.” senyum ceriaku mengembang di depan wajahnya.
“Tidak usah. Aku sudah membawa minuman
di tasku” jawabnya datar
tanpa melihatku. Sambil mengusap keringat di keningnya. Mendengar
jawaban dan wajah zayn yang seperti itu. Aku mencoba bersabar. Aku menawarkan
lagi.
“yasudah
kalau begitu akan ku ambilkan untukmu. Sepertinya kau terlihat lelah.”
aku berbalik melangkah akan
mengambilkan minumannya di tas.
tiba-tiba zayn memegang lenganku. Aku
berbalik melihat zayn. Terlihat rona wajahnya seperti ingin memarahiku. Seperti
yang terjadi seminggu yang lalu. Pasti dia ingin menanyakan mengapa aku selalu
bolos sekolah.
“Tak usah kau ambilkan minumannya. nanti saja. Kemarilah”
zayn mengandengku menuju kursi panjang di pinggir lapangan dan kita
mendudukinya. Zayn memegang kedua
pundakku. aku hanya bisa diam. Zayn menutup mata sambil menundukkan kepalanya.
Kemudian melihatku dengan wajah serius.
“Jawab dengan jujur,kau kemarin mengapa
bolos lagi,
vero?” tanyanya dengan nada lirih terlihat begitu
menyayangiku dan masih menatapku. Aku suka sekali melihatnya seperti ini. Dia
begitu memperhatikanku. Aku menjawabnya.
“Aku sakit zaynnnnn, sungguh aku tidak
berbohong” jawabku dengan nada meyakinkannya
sambil melihat sorotan matanya.
“aku tidak suka kau berbohong lagi,kau
sudah sering membolos pelajaran. Terakhir
kali kau bolos karena sakit. kemudian aku menuju rumah sakit dan ternyata kau
sedang bercanda dengan suster-suster dan
dokter yang ada di rumah sakit. Aku tidak ingin
kau berbohong lagi.
veronika kekasihku.”
Kini tatapannya menjadi manis. dan
sepertinya dia ingin
sekali aku berkata jujur.
“Baiklah maafkan aku zayn” jawabku lemah kemudian tertunduk. Sebaiknya aku menjawab
seperti ini saja. Aku tak ingin banyak masalah dengannya.
Aku sudah lelah meyakinkannya. Akhirnya aku berkata seperti ini saja. Zayn
tidak berkata apa-apa lagi dan dia memelukku.
(Takkan pernah ada yang lain di sisi
segenap jiwa hanya untukmu dan takkan mungkin ada yang lain di sisi,ku ingin
kau disini.. )
***
“morning Zayn,apa kabar kau hari ini?”
ucapku seperti hari-hari biasanya dengan
gayaku sambil tersenyum tepat di depan wajahnya.
“morning. Kenapa kau hari ini? Kau tidak
bolos lagi? “ ucapnya tersenyum lalu
mengacak rambutku. Pertanyaannya seperti menyindirku
“ahh zayn
,kau jangan begitu padaku.” aku tersenyum
melihatnya. Sungguh hari ini aku begitu
senang melihat senyum di wajahnya muncul lagi. Kali ini giliranku menyindirnya “tuan zayn yang tampan apakah tidak
ada rapat hari ini?” tanyaku
dengan suara besarku menirukan guru.
“hahhaha” kini terlihat tawanya yang menggema di kelas. lalu melanjutkan ”
kau ini pandai sekali menirukan guru. . sepertinya hari ini
kau terlihat aneh.” zayn
mengerutkan keningnya.
“aku hanya merindukanmu zayn.” Ucapku melihat matanya. Kita saling menatap.
Kemudian aku berucap “hey, ayolah kita jalan-jalan keluar.
Jangan hanya di kelas saja. Begitu membosankan.” Aku
menariknya keluar dan menggandeng tangannya. Zayn kala itu hanya diam saja. Kita
berjalan menuju
kantin sekolah.
“vero lepaskanlah ,kita menjadi ladang
perhatian. Lihatlah banyak yang memperhatikan kita.” gumamnya berbisik
kepadaku.
“biar saja. Agar semua orang tau. Kau adalah kekasihku.” Jawabku sambil melirik padanya dan tersenyum.
“ya tuhan .. kau ini aneh sekali hari
ini.” Ucap zayn tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
***
Bel pulang berbunyi. Zayn pulang cepat. sementara
vamel temanku sudah pulang.
Sepertinya aku merasa rindu dengan sekolah. Aku pulang paling akhir dari semua
siswa. Aku membuka diary biruku dan menggenggam sebuah pena. Tak lupa kutulis
semua ceritaku hari ini bersama zayn . Bersama angin dan suara dedaunan yang jatuh.
“oh tidak ..ya tuhan…vero kuatkan tubuhmu. Kau tidak lemah.
Kau kuat vero” suara parau setengah sadarku. Rasanya begitu sakit kapalaku. Tiba-tiba darah segar dari
hidungku menetes. Untungnya aku membawa tisu. Segera ku usap dan ku tutup diary
biruku. Aku tak ingin diary ini terkena tetesan darahku. Rasanya begitu
menjijikan. Belum selesai melanjutkan cerita. Aku segera
berkemas-kemas untuk pulang.
***
“sudahlah bu,tidak usah menangis. Dokter
erik pasti salah. Masih ingat kan
bu? Sewaktu umurku 7 tahun. Dokter erik bilang aku sudah tidak lama lagi berada
di sini. dan ternyata lihatlah umurku masih panjang .
sekarang buktinya vero masih di sini bu.” Jelasku
menenangkan tangis ibu. kemudian memeluk ibu dengan erat.
“sayang… Kau begitu kuat
menjalani semua ini. Ibu sangat menyayangimu.” Pelukan ibu semakin erat padaku.
Aku hanya bisa menangis tanpa ibu melihatku.
“AAAAAAAAA aduhh bu.. kepalaku tiba-tiba
terasa sakit.” Ringisku sambil meremas kepalaku.
aku tak sadar setelah
itu. Rasanya semuanya terasa lemah. aku hanya melihat
bayangan ibuku. kemudian
setelah beberapa jam. aku
membuka mataku pelan. Terlihat
ibuku dengan wajah manisnya tersenyum padaku dan mata yang terlihat lembab. aku
meminta secarcik kertas serta pena
padanya.
***
#POV zayn’s
“apa
kalian
melihat vero?” tanyaku dengan gelisah pada
teman-temanku .
“hey! Zayn kemarilah” suara vamel ku dengar dari belakang. Aku berbalik dan melangkah kepadanya.
“aku mendapat kabar dari salah satu
guru. Bahwa vero sedang ada di rumah sakit. Keadaannya parah.” Ucap vamel dengan sorot mata membelalak.
“yang benar saja kau?” aku belum percaya. mungkin dia berbohong lagi.
“sebaiknya kita berdua kesana saja.”
“baiklah jika begitu”
***
Suara derit pintu terdengar.
Bu suci keluar dengan tertunduk menangis dan kemudian memeluk vamel. Aku hanya
bisa bertanya tanya dalam hati. Apa sebenarnya yang terjadi. Bu suci
mendekatiku. Kemudian berkata dengan berat.
“vero menitipkan surat ini untukmu.” ucapnya dengan mata yang masih berair. menyodorkan
surat untukku. Aku menerimanya dengan hati yang begitu gelisah. Aku
duduk di kursi sebelah ruangan vero. Perlahan ku buka isi suratnya. Kemudian
mulai membacanya.
“Dear, zayn my lovely..
Sebelumnya
maafkan aku telah membuatmu khawatir. Aku minta maaaaaaa…af sekali dengan semua
kesalahanku selama ini. aku sering membuatmu marah,
aku sering
mengganggumu ketika kau sedang mengerjakan tugas dan kesalahanku yang terakhir adalah Aku
sering membolos sekolah. hehehe Maafkan aku yah zayn. Ini ku lakukan karena aku harus sering memeriksa
penyakitku. Aku
sakit,Aku sakit zayn, yah aku benar-benar sakit. Kau percaya bukan? Aku sudah
lelah meyakinkanmu zayn. Sewaktu kau sedang melihatku bercanda dengan
suster-suster di rumah sakit. Itu memang aku sedang bercanda. Aku memang sudah
kenal lama dengan suster-suster itu. Karna aku sering memeriksa penyakitku di
rumah sakit ini. Kau tau tidak? aku merasa lemah, aku lelah dengan penyakitku
ini. Aku terkena Kanker otak
yang selama ini menggerogoti tubuhku dan kepalaku ,membuat aku sudah tidak kuat
lagi. Karena rasanya begitu sakit. Ketika aku merasa sakit aku selalu ingat denganmu. Aku
selalu ingat semua kenangan kita dulu. Selama
11 th aku di vonis terkena kanker otak. Maafkan aku tidak bercerita kepadamu.
Aku tak ingin membuatmu sedih. Tetapi aktingku bagus bukan? Aku
menyembunyikannya dari semua temanku dan kamu zayn kekasihku. Aku harap mulai
hari ini kau akan selalu ingat denganku walaupun ,sekarang
aku tak ada di sampingmu. Tapi kau harus selalu ingat . matahari yang cerah
ketika aku sedang tersenyum kepadamu ,bintang yang bercahaya ketika aku sedang
memandangmu, dan hujan turun ketika aku menangis. Aku harap kau akan selalu
mengingatku.
Note :
maafkan aku
yah zayn,kertasnya
kotor karena terkena darahku yang terus menetes dari hidung.
I will always love you,
zayn :) :*
***
“vero
kau begitu tega denganku,mengapa secepat ini kau pergi?
Maafkan aku
terlalu bodoh. Hinga aku tidak tau sebenarnya kau mempunyai penyakit ini. Aku tidak akan menolakmu ketika aku sedang
sibuk. Aku berjanji akan selalu ada untukmu... vero bangunlah”
Aku menangis
mendongakkan kepalaku ke langit. kemudian
Memegang batu nisan vero. tangisku tidak dapat di bendung. Aku teringat ucapan
selamat pagi yang selalu di dengar olehku dan semua kenangan yang ada pada
diriku dengan vero. Aku begitu menyesal selama ini telah mengabaikan vero. Vero
begitu sabar menghadapi sikapku. Vero begitu mencintaiku. Hingga dia tidak
mengatakkan penyakitnya.
“veronikaaaaa
please come back ,,,”
(Takkan pernah ada yang lain di sisi, segenap jiwa hanya untukkmu
dan takkan mungkin ada yang lain di sisi .. ku ingin kau di sini tepiskan
sepiku bersamamu.. hingga akhir waktu..)
~end ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar