Minggu, 07 Desember 2014

CERPEN HINGGA AKHIR WAKTU

Quotes: “lihatlah dirumu, apakah kau tau besarnya cinta kekasihmu kepadamu? mungkin lebih besar dari cintamu”


Title                 : HINGGA AKHIR WAKTU
Cast                 :  - veronika as vero
                           - vamelia as vamel
                           - Ahmad zayni as zayn
                           - Bu sucipah as ibu vero
                           - pa erik as dokter erik
Author             : Ilaina putri zahra el-habibah
Gendre                        : sad ending
Backsound      : Hingga Akhir waktu-nineball
***

“Zaaaayn pulang sekolah aku ingin sekali pergi ke taman. Kau mau yah menemaniku?” ajakku dengan nada manja sambil memandang wajah zayn yang sibuk dengan layar laptopnya.
“sepulang sekolah ada rapat osis dan aku tidak bisa menemanimu ke taman.” jawabnya datar dan singkat. matanya masih menatap layar laptop.
(ku coba untuk melawan hati .. tapi hampa terasa di sini tanpamu..
Bagiku semua sangat berarti lagi. Ku ingin kau di sini .. tepiskan sepiku bersamamu..)
Zayn adalah pacarku. Dia manis,dia baik, dia aktif,dia pintar,dia idola di sekolah,dia perfect. Dan satu lagi . dia ketua osis. hem ini adalah kesekian kalinya zayn menolak pergi denganku karena kesibukannya menjadi ketua osis. kita sudah 2 tahun ini berpacaran. Bukan waktu yang singkat.
Entahlah.. aku juga tidak tau mengapa dia menyukaiku. Padahal aku hanya anak biasa saja. Aku juga tidak mengikuti beberapa ekstra di sekolah. Mungkin karna aku cantik dan baik hati. Hhehehe….
***
Kali ini guru bahasa inggris sibuk mengabsen kelasku. Semuanya hadir dalam kelas . kini giliranku di panggil. Aku mengancungkan tangan.
“hadir ,guru” ucapku tanpa melihat ke depan. Aku sedang sibuk membuat gambarku dengan zayn. Aku merindukannya.
vero. hari ini kau berangkat. Besok dan seterusnya tidak berangkat. Nanti tiba-tiba berangkat. vero mengapa kau selalu bolos dengan sekolahmu?” ucap guru bahasa inggris dengan nada malas menasehatiku. Aku hanya tersenyum saja. Dan menggaruk kepala yang tidak gatal. Kemudian guru melanjutkan.
Aku tidak tau mengapa zayn menyukaimu. kau beruntung mempunyai kekasih seperti zayn. Vero vero kau ini.  kapan absenmu lengkap dan tidak selalu bolos?” ucap guru bahasa inggris menyindirku.
Aku menjawab dengan santai. mungkin karena aku cantik . zany mennyukaiku.” jawabku dengan manis membuat semua tertawa. Sementara zayn hanya menggelengkan kepalanya. Betapa memalukan pikirnya.
***
“ Hari ini mentari begitu indah . Seperti tersenyum kepadaku. Bukan begitu vamel??“ ucapku kepada vamel seraya berjalan menuju kantin.
“iyah benaaaar sekali dan mentari ini membuatku panas. huhhh” gerutunya sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan tangan. Sementara mataku mencari sosok zayn.
“hey lihatlah! Itu zayn sedang bermain bola. Sepertinya dia begitu kelelahan. Aku akan kesana. Bye...” seruku bersemangat sambil meninggalkan vamel dan berlari menuju zayn.
“Zayn kau haus? Akan ku belikan kau minuman.” senyum ceriaku mengembang di depan wajahnya.
“Tidak usah. Aku sudah membawa minuman di tasku” jawabnya datar tanpa melihatku. Sambil mengusap keringat di keningnya. Mendengar jawaban dan wajah zayn yang seperti itu. Aku mencoba bersabar. Aku menawarkan lagi.
yasudah kalau begitu akan ku ambilkan untukmu. Sepertinya kau terlihat lelah.” aku berbalik melangkah akan mengambilkan minumannya di tas. tiba-tiba zayn memegang lenganku. Aku berbalik melihat zayn. Terlihat rona wajahnya seperti ingin memarahiku. Seperti yang terjadi seminggu yang lalu. Pasti dia ingin menanyakan mengapa aku selalu bolos sekolah.
“Tak usah kau ambilkan minumannya. nanti saja. Kemarilah” zayn mengandengku menuju kursi panjang di pinggir lapangan dan kita mendudukinya. Zayn memegang kedua pundakku. aku hanya bisa diam. Zayn menutup mata sambil menundukkan kepalanya. Kemudian melihatku dengan wajah serius.
“Jawab dengan jujur,kau kemarin mengapa bolos lagi, vero?” tanyanya dengan nada lirih terlihat begitu menyayangiku dan masih menatapku. Aku suka sekali melihatnya seperti ini. Dia begitu memperhatikanku. Aku menjawabnya.
“Aku sakit zaynnnnn, sungguh aku tidak berbohong” jawabku dengan nada meyakinkannya sambil melihat sorotan matanya.
“aku tidak suka kau berbohong lagi,kau sudah sering membolos pelajaran. Terakhir kali kau bolos karena sakit. kemudian aku menuju rumah sakit dan ternyata kau sedang bercanda dengan suster-suster dan dokter yang ada di rumah sakit. Aku tidak ingin kau berbohong lagi. veronika kekasihku.Kini tatapannya menjadi manis. dan sepertinya dia ingin sekali aku berkata jujur.
“Baiklah maafkan aku zayn” jawabku lemah kemudian tertunduk. Sebaiknya aku menjawab seperti ini saja. Aku tak ingin banyak masalah dengannya. Aku sudah lelah meyakinkannya. Akhirnya aku berkata seperti ini saja. Zayn tidak berkata apa-apa lagi dan dia memelukku.
(Takkan pernah ada yang lain di sisi segenap jiwa hanya untukmu dan takkan mungkin ada yang lain di sisi,ku ingin kau disini.. )
***
“morning Zayn,apa kabar kau hari ini?” ucapku seperti hari-hari biasanya dengan gayaku sambil tersenyum tepat di depan wajahnya.
“morning. Kenapa kau hari ini? Kau tidak bolos lagi? “ ucapnya tersenyum lalu mengacak rambutku. Pertanyaannya seperti menyindirku
“ahh zayn ,kau jangan begitu padaku.” aku tersenyum melihatnya. Sungguh hari ini aku begitu senang melihat senyum di wajahnya muncul lagi. Kali ini giliranku menyindirnya  “tuan zayn yang tampan apakah tidak ada rapat hari ini?” tanyaku dengan suara besarku menirukan guru.
“hahhaha” kini terlihat tawanya yang menggema di kelas. lalu melanjutkan ” kau ini pandai sekali menirukan guru. . sepertinya hari ini kau terlihat aneh.  zayn mengerutkan keningnya.
“aku hanya merindukanmu  zayn.” Ucapku melihat matanya. Kita saling menatap. Kemudian aku berucap “hey, ayolah kita jalan-jalan keluar. Jangan  hanya di kelas saja. Begitu membosankan.” Aku menariknya keluar dan menggandeng tangannya. Zayn kala itu hanya diam saja. Kita berjalan menuju kantin sekolah.
“vero lepaskanlah ,kita menjadi ladang perhatian. Lihatlah banyak yang memperhatikan kita.” gumamnya berbisik kepadaku.
“biar saja. Agar semua orang tau. Kau adalah kekasihku.” Jawabku sambil melirik padanya dan tersenyum.
“ya tuhan .. kau ini aneh sekali hari ini.” Ucap zayn tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
***
Bel pulang berbunyi. Zayn pulang cepat. sementara vamel temanku sudah pulang. Sepertinya aku merasa rindu dengan sekolah. Aku pulang paling akhir dari semua siswa. Aku membuka diary biruku dan menggenggam sebuah pena. Tak lupa kutulis semua ceritaku hari ini bersama zayn . Bersama angin dan suara dedaunan yang jatuh.
“oh tidak ..ya tuhan…vero kuatkan tubuhmu. Kau tidak lemah. Kau kuat vero” suara parau setengah sadarku. Rasanya begitu sakit kapalaku. Tiba-tiba darah segar dari hidungku menetes. Untungnya aku membawa tisu. Segera ku usap dan ku tutup diary biruku. Aku tak ingin diary ini terkena tetesan darahku. Rasanya begitu menjijikan. Belum selesai melanjutkan cerita. Aku segera berkemas-kemas untuk pulang.
***
“sudahlah bu,tidak usah menangis. Dokter erik pasti salah. Masih ingat kan bu? Sewaktu umurku 7 tahun. Dokter erik bilang aku sudah tidak lama lagi berada di sini. dan ternyata lihatlah umurku masih panjang . sekarang buktinya vero masih di sini bu.” Jelasku menenangkan tangis ibu. kemudian memeluk ibu dengan erat.
“sayang… Kau begitu kuat menjalani semua ini. Ibu sangat menyayangimu.” Pelukan ibu semakin erat padaku. Aku hanya bisa menangis tanpa ibu melihatku.
“AAAAAAAAA aduhh bu.. kepalaku tiba-tiba terasa sakit.” Ringisku sambil meremas kepalaku.
aku tak sadar setelah itu. Rasanya semuanya terasa lemah. aku hanya melihat bayangan ibuku. kemudian setelah beberapa jam. aku membuka mataku pelan. Terlihat ibuku dengan wajah manisnya tersenyum padaku dan mata yang terlihat lembab. aku meminta secarcik kertas serta pena padanya.
***
#POV zayn’s
apa kalian melihat vero?” tanyaku dengan gelisah pada teman-temanku .
“hey! Zayn kemarilah” suara vamel ku dengar dari belakang. Aku berbalik dan melangkah kepadanya.
“aku mendapat kabar dari salah satu guru. Bahwa vero sedang ada di rumah sakit. Keadaannya parah.” Ucap vamel dengan sorot mata membelalak.
“yang benar saja kau?”  aku belum percaya. mungkin dia berbohong lagi.
“sebaiknya kita berdua kesana saja.”
“baiklah jika begitu”
***
Suara derit pintu terdengar. Bu suci keluar dengan tertunduk menangis dan kemudian memeluk vamel. Aku hanya bisa bertanya tanya dalam hati. Apa sebenarnya yang terjadi. Bu suci mendekatiku. Kemudian berkata dengan berat.
“vero menitipkan surat ini untukmu.” ucapnya dengan mata yang masih berair. menyodorkan surat untukku. Aku menerimanya dengan hati yang begitu gelisah. Aku duduk di kursi sebelah ruangan vero. Perlahan ku buka isi suratnya. Kemudian mulai membacanya.

Dear, zayn my lovely..
Sebelumnya maafkan aku telah membuatmu khawatir. Aku minta maaaaaaa…af sekali dengan semua kesalahanku selama ini. aku sering membuatmu marah, aku sering mengganggumu ketika kau sedang mengerjakan tugas dan kesalahanku yang terakhir adalah Aku sering membolos sekolah. hehehe Maafkan aku yah zayn. Ini ku lakukan karena aku harus sering memeriksa penyakitku. Aku sakit,Aku sakit zayn, yah aku benar-benar sakit. Kau percaya bukan? Aku sudah lelah meyakinkanmu zayn. Sewaktu kau sedang melihatku bercanda dengan suster-suster di rumah sakit. Itu memang aku sedang bercanda. Aku memang sudah kenal lama dengan suster-suster itu. Karna aku sering memeriksa penyakitku di rumah sakit ini. Kau tau tidak? aku merasa lemah, aku lelah dengan penyakitku ini. Aku terkena Kanker otak yang selama ini menggerogoti tubuhku dan kepalaku ,membuat aku sudah tidak kuat lagi. Karena rasanya begitu sakit. Ketika aku merasa sakit aku selalu ingat denganmu. Aku selalu ingat semua kenangan kita dulu. Selama 11 th aku di vonis terkena kanker otak. Maafkan aku tidak bercerita kepadamu. Aku tak ingin membuatmu sedih. Tetapi aktingku bagus bukan? Aku menyembunyikannya dari semua temanku dan kamu zayn kekasihku. Aku harap mulai hari ini kau akan selalu ingat denganku walaupun ,sekarang aku tak ada di sampingmu. Tapi kau harus selalu ingat . matahari yang cerah ketika aku sedang tersenyum kepadamu ,bintang yang bercahaya ketika aku sedang memandangmu, dan hujan turun ketika aku menangis. Aku harap kau akan selalu mengingatku.
Note : maafkan aku yah zayn,kertasnya kotor karena terkena darahku yang terus menetes dari hidung.
I will always love you, zayn :) :*  
***
 “vero kau begitu tega denganku,mengapa secepat ini kau pergi? Maafkan aku terlalu bodoh. Hinga aku tidak tau sebenarnya kau mempunyai penyakit ini. Aku tidak akan menolakmu ketika aku sedang sibuk. Aku berjanji akan selalu ada untukmu... vero bangunlah
Aku menangis mendongakkan kepalaku ke langit. kemudian Memegang batu nisan vero. tangisku tidak dapat di bendung. Aku teringat ucapan selamat pagi yang selalu di dengar olehku dan semua kenangan yang ada pada diriku dengan vero. Aku begitu menyesal selama ini telah mengabaikan vero. Vero begitu sabar menghadapi sikapku. Vero begitu mencintaiku. Hingga dia tidak mengatakkan penyakitnya.
“veronikaaaaa please come back ,,,”
(Takkan pernah ada yang lain di sisi, segenap jiwa hanya untukkmu dan takkan mungkin ada yang lain di sisi .. ku ingin kau di sini tepiskan sepiku bersamamu.. hingga akhir waktu..)   
~end ~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar